Selasa, 15 Mei 2012

Pengobatan Tradisional Penyakit Pada Kambing


Ternak kambing merupakan komoditi potensial untuk pengembangan usaha tani, karena kebutuhan makanan yang lebih sedikit dan kandang yang relatif sederhana. Ini berarti investasi modal dan tenaga kerja yang diperlukan relatif tidak besar. Salah satu kendala yang dapat mempengaruhi percepatan pengembangan ternak kambing adalah penyakit, ini akibat dari pola pemeliharaannya yang masih sederhana. Penyakit pada kambing ini  mengakibatkan kerugian ekonomi karena menurunnya produktivitas ternak bahkan kematian

 Diantara penyakit yang menyerang kambing dan upaya pengobatannya secara alami/tradisional adalah :

 1. Scabies (Kudis)

Penyebab:  Parasit yang terdapat pada kotoran,karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan.

Tanda- tanda:  Kerak - kerak pada permukaan kulit, Ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis, Kerontokan bulu, kulit menjadi tebal dan kaku

Pengobatan :  Cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan menggunakan:

1. Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.

2. Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada bagian kulit yang sakit.

3. Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

Pencegahan:  Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat, ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis, mandikan ternak dua minggu sekali, bersihkan kandang seminggu sekali.

 2. Belatungan ( Myasis )

Penyebab:  Luka daerah yang berdarah diinfeksi oleh lalat sehingga lalat bertelur dan menghasilkan larva belatung.

Tanda-tanda:  Ada belatung yang bergerak pada bagian yang luka, bila belatungan pada kaki maka ternak terlihat pincang.

Pengobatan:  Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kamper/kapur barus atau tembakau, luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka baru atau kotoran, pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.  Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai untuk mempercepat pertumbuhan.

 3. Cacingan

Penyebab:  Bermacam-macam cacing terjadi karena kandang yang kotor atau padang pengembalaan yang kotor.

Tanda-tanda:  Kurus, bulu agak berdiri dan tidak mengkilap, sembelit atau mencret, lesu dan pucat, daerah rahang terlihat membengkak, mati mendadak

Pengobatan: 

1.  Tepung buah pinang dicampur dengan nasi hangat dikepal-kepal kemudian dipaksakan untuk dimakan ternak. Ternak dianjurkan untuk dipuasakan terlebih dahulu.

2.  Daun kelor yang tua dibakar, kemudian debunya dicampur air dan diminumkan. Pengobatan diulangi 1 minggu kemudian.

3.  Ambil 2 sampai 3 lembar daun pepaya (tidak terlalu muda/tua), haluskan daun pepaya tersebut, berikan sedikit air matang/bersih kemudian diperas dan diambil airnya.  Minumkan pada ternak kambing/domba sebanyak 2 sampai 3 sendok makan atau disesuaikan dengan berat badan ternak, setiap minggu, 3 kali pemberian.

Pencegahan:   Kandang dibuat panggung dan bersih, pengaritan rumput setelah panas yaitu pada jam 12.00-15.00 atau

pengembalaan ternak pada siang hari jam 10.00-15.00, jangan menggembalakan ternak pada daerah rawa, sungai dan sawah, pemberian ransum/makanan yang berkualitas dan cukup jumlahnya, menghindari kepadatan dalam kandang, memperhatikan konstruksi dan sanitasi (kebersihan lingkungan), memisahkan antara ternak muda dan dewasa.


4. Keracunan Tanaman

Penyebab:  Ternak memakan rumput-rumputan atau daun-daunan yang mengandung zat racun.

Tanda-tanda:  Mati mendadak, mulut berbusa, kebiruan pada selaput lendir, pengelupasan kulit/eksim atau terjadi pendarahan.

Pengobatan:   Cekoklah ternak dengan air kelapa muda.

Pencegahan:  Tidak memberikan tanaman beracun atau menggembalakan ternak di daerah yang banyak tumbuh tanaman yang mengandung racun.

Diposkan oleh : Agung NK, Penyuluh WKP Bahagia Padang Gelugur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar